Citra sepak bola Afrika mengambil pukulan besar dan kuat pada hari Jumat

Citra sepak bola Afrika mengambil pukulan besar dan kuat pada hari Jumat ketika final kompetisi klub top benua itu ditinggalkan setelah Wydad Casablanca dari Maroko pergi untuk memprotes keputusan wasit.

Citra sepak bola Afrika mengambil pukulan besar dan kuat pada hari Jumat

poker terpercaya – Di tengah adegan memalukan di Tunis, tim tuan rumah Esperance dinyatakan sebagai pemenang Liga Champions Afrika tetapi butuh penghentian satu jam dan 25 menit sebelum pertandingan ditinggalkan dan mereka bisa mengklaim trofi.

judi casino online – Konfederasi Sepak Bola Afrika telah mengadakan pertemuan komite eksekutif mereka untuk hari Selasa guna membahas insiden itu, katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Wydad, yang tertinggal 2-1 secara agregat, mengira mereka telah menyamakan kedudukan tepat sebelum batas waktu satu jam tetapi sundulan dari Ismail El Haddad dianulir karena pelanggaran.

Para pemain Wydad segera mengepung wasit dengan menuntut agar ia meninjau kembali keputusan itu dan berkonsultasi dengan Video Assistant Referee, yang hanya digunakan untuk keempat kalinya dalam pertandingan kompetisi klub Afrika.

Pengganti dan pelatih Wydad berlari ke lapangan untuk menghadapi wasit sementara kereta pejabat datang ke sisi lapangan untuk mencoba menyelesaikan situasi.

Bahkan Presiden CAF Ahmad menghabiskan hampir 30 menit dalam diskusi dengan para pejabat dalam upaya yang sia-sia untuk memulai permainan kembali.

Kerumunan 60.000 dibiarkan menunggu sebelum wasit akhirnya menyatakan kontes demi tim tuan rumah, yang mempertahankan gelar.

VAR terbukti kontroversial dalam pertandingan pertama pekan lalu di Maroko dengan CAF minggu ini melarang wasit Gehad Grisha dari Mesir selama enam bulan setelah keluhan dari Maroko.

Wydad sekarang dapat menghadapi larangan dua tahun untuk berkompetisi dalam kompetisi klub benua tetapi sejarah panjang keringanan hukuman dari badan sepak bola Afrika telah merusak efek dari sebagian besar sanksi masa lalu mereka.

Kekerasan juga menjadi hal biasa dan bulan lalu seorang wasit diserang pada akhir semifinal Piala Konfederasi Afrika.

Ada juga kekhawatiran tentang Piala Afrika, yang dimulai pada 21 Juni di Mesir, di mana petugas pertandingan sering mengalami pelecehan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *